Jumat, 16 Oktober 2015

pancasila



NILAI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH BANGSA
Makalah Di ajukan Untuk Memenuhi Tugas
mata kuliah Pancasila Semester 1




Dosen Pengampu : Bpk. Hananto

Disusun oleh:
Azkiyyah M                           15040263007
Ichwan Ridho Suryono        15040263016
Ahmad Roiyan Al farisi       15040263018 
Silvia Fathin Furoidah       15040263032
Lisa Rara Ninghis               15040263038

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS  NEGERI SURABAYA
2015

KATA PENGANTAR
           Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat karunia-Nya lah makalah Nilai Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Bangsa dan Segala yang Terkait dengan ini dapat kami selesaikan dengan baik. Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Hananto selaku dosen mata kuliah pendidikan pancasila. Terima kasih pula kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membimbing dan memberi masukan bagi kami, khususnya kepada teman-teman yang telah meluangkan waktu,tempat dan fasilitas serta sumber sumber yang tak dapat kami sebutkan satu per satu.
            Adapun maksud dan tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pendidikan pancasila. Selain itu, pembuatan makalah ini kami buat untuk menambah pengetahuan tentang kewarganegaraan.
            Tiada gading yang tak retak, kami menyadari bahwa makalah Pendidikan Pancasila yang telah kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang berguna dan membangun dari semua pihak yang telah membaca makalah kami ini. Akhir kata, kami mohon maaf yang sebesar – besarnya apabila terdapat kesalahan di dalam pembuatan Pendidikan Pancasila ini. Terima kasih.

                                                                                    Surabaya,06 Oktober 2015                                                                 

                                                                                                        Tim Penyusun








DAFTAR ISI

DAFTAR ISI                                      …………………………………                    i          
BAB I             PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang                           …………………………………                    ii         
1.2    Rumusan Masalah                      …………………………………                    ii         
1.3    Tujuan Pembahasan                    …………………………………                    ii
1.4     
BAB II            HASIL DAN PEMBAHASAN
Nilai Pancasila dalam Sejarah Perspektif  Bangsa  …………………        01       
2.1.1.   Masa Awal Kehidupan                                              …………………        01
2.1.2.   Masa Kerajaan Tradisional Awal                             …………………        03
2.1.3.   Masa Kerajaan Nasional                                         …………………        04
2.1.4.   Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan           …………        04
2.1.5.   Masa Pergerakan Nasional                                     …………………        05
2.1.6.   Proklamasi Kemerdekaan Indonesia                       …………………        06
2.1.7.   Pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Negara       …………………        06
2.1.8.   Masa Pembentukan Bangsa Indonesia                   …………………        07
2.1.9.   Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan        …………………        08
                       
BAB III          PENUTUP
3.1    Kesimpulan         …………………….……………………………                   09
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Terbentuknya Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah masa lampau.Demikian dengan terbentuknya negara kesatuan Republik indonesia,termasuk didslamnya proses untuk mencapai kemerdekaan itu sendiri apabila ditinjau dari sudut pandang tata negara NKRI yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 belum sempurna sebagai negara,mengingat saat itu NKRI baru sebagian memiliki unsur konstitutif berdirinya negara
Para pendiri bangsa sepakat memilih bentuk negara kesatuan karena bentuk negarra kesatuan itu dipandang paling cocok bagi bangsa indonesia yang memiliki berbagai keragaman,untuk mewujudkan paham negara integralistik(persatuan) yaitu negara hendak mengatasi segala paham individu/golongan dan negara mengutaman kepentingan umum.
B.     Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1.Memahami nilai pancasila dalam perspektif sejarah bangsa
2.Menumbuhkan rasa cinta tanah air yang kini sudah hilang dari hati warga indonesia.
3.Sebagai tugas kelompok yang wajib diselesaikan dalam mata kuliah pendidikan pancasila.
C. Rumusan masalah
1. mengetahui dan memahami dasar-daras nilai pancasila sebagai idiologi bangsa indonesia.?
2. memahami dan mengerti perkembangan dinamika pacasila dari masa ke masa.?
3. mengetahui pancasila sebagai dasar negara.?
4. mengetahui pengesahan pancasila sebagai pembentukan Negara Indonesia.?


BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
NILAI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH BANGSA
Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang di kelilingi oleh dua benua yaitu Asia dan Australia, dan dalam posisi strategis antara dua lautan. Hal ini memperkenalkan Indonesia yang sebelumnya memiliki sebutan yaitu Djawadwipa, Swarnadwipa, hindia Timur, Insulinde, Nusantara dan beberapa istilah lainya dari para pedagang yang pernah singgah di Indonesia.
Istilah Indonesia pertama kali di perkenalkan oleh seorang peneliti antropologi James Richardson Logan dalam sebuah artikel Ethnology of the Indian Archipelago” dalam jurnal ilmiah journal of the Indian Archipelago and eastern asia tahun 1850 di pulau penang. Menurut J.R. Logan, istilah ini di gunakan untuk mengenal pulau yang indahnya di bagian timur Asia yang kaya akan keberagaman pulau dan budayanya.
Seiring kesadaran perjuangan nasional nama Indonesia mengalami perkembangan pada awal abad ke XX. Sebelumnya nama Indonesia telah di perkenalkan Ki Hajar Dewantara dengan sebutan Nusantara dengan tujuan merevitalisasi kebesaran Indonesia pada masa lampau. Sejarah kebesaran kerajaan kerajaan nasional telah membawa nama Nusantara di kenal bangsa asing.
2.1.1. MASA AWAL KEHIDUPAN
Temuan bukti Arkeologi menemukan fosil manusia pada tahun 1890. Penemuan antropologis ini menjelaskan bahwa wilayah wilayah Indonesia memiliki keragama rasial yang menarik karena pengaruh perkembangan linguistic dan peradaban yang kompleks. Awal peradaban manusia purba di Indonesia di bagi dalam dua Zaman yaitu zaman batu dan zaman Logam. Berdas
akan temuan artefak dan fosil manusia yang beragam mulai dari Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Robotus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, Homo Mojokertoensis dan Homo Sapiens sebagai manusia terakhir modern menjelaskan bahwa nilai-nilai kehidupan sudah mengacu kepada nilai yang selanjutnya menjadi indicator nilai Pancasila. Inti nilai kehidupan masyarakan Indonesia pada masa ini sudah mencerminkan adanya hakekat nilai pancasila meliputi.
a.      Nilai Religi / ketuhanan.
Kehidupan manusia awal ini mulai Nampak pada masa peradaban zaman batu muda (Neolitikum) bahwa manusia mulai berfikir adanya sang pencipta yang melindungi kehidupan manusia, Nilai Ketuhanan mengandung arti bahwa adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dari nilai tersebut, menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa religius bukan bangsa yang tidak memiliki agama atau ateis.
b.      Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan Nampak pada prilaku penghargaan terhadap anggota masyarakat yang meninggal melalui ritual upacara mulai penguburan sampai pemujaan arwah. Nilai ini Nampak dalam kehidupan social dengan adanya interaksi dan komunikasi.
 Nilai- nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan suatu hal sebagaimana mestinya. Manusia di berlakukan sebagai harkat dan martabatnya sebagai makhluk tuhan yang sama derajatnya.
c.       Nilai Persatuan
Perubahan pola pemukiman Nomaden menjadi menetap menggambarkan prilaku untuk menyamakan gaya dan pola hidup. Kehidupan awal menetap dapat di lihat dari temuan goa-goa prasejarah di sepanjang pegunungan seribu,pengunungan pacitan, dan beberapa goa (leang) di Sulawesi dan flores menunjukan bahwa sudah mulai muncul pemikiran untuk hidup bersama secara berkelompok. Kesatuan ini berkembang ketika mereka mulai mengenal bahasa sebagai alat komunikasi sehingga bahasa Indonesia, bahasa melayu masih dalam satu rumpun bahasa Austronesia.



d.      Nilai Demokratis / Musyawarah
Kehidupan Organisasi awal Nampak dengan terbentuknya desa komunal dan kehidupan bercocok tanam (food producing). Sistem barter untuk memenuhi kebutuhan masing-masing desa komunal di dasarkan pada kesepakatan musyawarah sesuai kebutuhan hidup utama.

e.      Nilai Keadilan
Nilai keadilah adalah nilai yang paling mendasar yang di harapakan dari bangsa indonesia. Negara Indonesia yang di harapkan adalah Negara yang berkeadilan.

2.1.2. MASA KERAJAAN TRADISIONAL AWAL
            Berdirinya Negara kebanggsaan Indonesia tidak lepas dari sejarah kerajaan yang dulunya ada di Indonesia, seperti sriwijaya, majapahit , kutai, mataram dan sebagainya sampai datangnya bangsa-banggsa eropa ke Indonesia untuk menjajah wilayah nusantara. Sehingga kelahiran Negara Indonesia ini di awali terlebih dahulu oleh suatu Negara bangsa.
            Konstribusi nilai dari beberapa kerajaan yang ada di Nusantara antara lain, yaitu
·        Kerajaan kutai Kalimantan memberikan andl terhadap nilai sosial politik dalam bentuk kerajaan dan nilai ketuhanan dalam bentuk kenduri.
·        Kerajaan sriwijaya (abad VII) kerajaan maritime/ bahari yang mengandalkan kekuatan laut, juga mengandalkan bidang pendidikan.
·        Kerajaan sriwijaya mengembangkan nilai-nilai spiritualitas dan social ekonomi.
·        Kerajaan majapahit setelah kemunduran kerajaan sriwijaya dengan mengembangkan nilai toleransi yang tinggi.
pada dasarnya setiap kerajaan memilki nilai dasar dan tujuan yang sama terhadap lahirnya pancasila.
2.1.3 MASA KERAJAAN NASIONAL
Masa kejayaan kerajaan nusantara mulai dari kerajaan besar seperti sriwijaya dan majapahit menjadi bukti bahwa perjalanan bangsa Indonesia (Nusantara) memiliki kedudukan penting. Kedua kerajaan ini disebut sebagai Negara tradisional bersekala nasional karena meemiliki cirri-ciri adannya suatu bentuk Negara bangsa.cirinya adalah dengan bentuk kerajaan dan tata pemerintahan sudah memiliki sifat berdaulat,wilayah yang pasti dan rakyat pendukungnya.
2.1.4 PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAHAN
a. kolonisasi portugis dan spanyol
kolonialisme portugis dan spanyol mulai pada tahun 1521 di selat malaka, portugis menjadikan malaka sebagai pintu gerbang Rempah-Rempah Asia.
b. kolonisasi Belanda
            belanda datang ke Nusantara pada tahun 1596 dengan tujuan yang sama dengan portugis untuk menguasai Rempah-Rempah yang ada di Nusantara. Belanda mulai membuka kegiatan perdagangan internasional terbuka melalui VOC.
2.1.5 MASA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
            Nama indonesia muncul pada abad ke XIX. Sehingga masa ini di anggap sebagai wadah tumbuh berkembangnya nilai-nilai pancasila dalam ruang Gerang bangsa Indonesia  memperjuangkan cita-cita bangsa. Di awalo dengan kebijakan Politik Etis yang di cetuskan oleh Conrad Theodore Van Deventer dalam sebuah artikel Een Eereschuld” atau hutang kehormatan,  menerangkan bahwa keringan dan air mata penderitaan bangsa Indonesia telah banyak berjasa membantu kondsi keuangan Negara Belanda,  hutang budi itu di bayar dengan 3 progam yaitu, irigasi, transmigrasi dan edukasi.
            Progam pendidikan menunjukan perkembangan yang cukup positif. Van Deventer mencanangkan ini untuk membuat rakyat Indonesia bebas dari buta huruf dan kebodohan. Bentuk penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam tiga kelompok yaitu:
1.      Pendidikan Kolonial
lembaga pendidikan ini di atur dan di jalankan oleh pemerintah belanda dan terjadi praktek Driskriminasi Rasial dan Kelas
a.       bagi anak pribumi golongan bawah, di dirikan sekolah rakyat(volkschool atau rajatschool)
b.      Bagi anak pribumi golonggan menegah, belanda mendirikan sekolah HIS (Hollands Inlandsche Scholl). Selama 7 tahun dengan bahasa Belanda, lalu dapat melanjutkan pendidikannya ke MULO (meer UitgebreidLagere Onderwijs /SMP)
c.       Bagi anak golongan atas (bangsawan). Setelah HIS dapat melanjutkan pendidikan ke HBS (Hogere Buger School).
2.      Perguruan kebangsaan
Perguruan ini di dirikan oleh intelektual muda yang bertujuan untuk membentuk kepribadian dan mental bangsa melalui semangat nasionalisme. Sekolah ini tidak mengenal driskriminasi
a.       Perguruan taman siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara (R.M. Suwardi Suryadiningrat) di Yogyakarta 3 juli 1922.
b.      Perguruan kayu tanam/ atau INS(indonische Nedherlandse School). Didirikan oleh Muhammad syafi’I 1926 di Sumatra barat.
c.       Perguruan kesatrian/ ksatrian schoo, di dirikan oleh E.F.E douwes dekker (Dr. Danudirjo Setiabudi).
d.      Perguruan Rakyat di dirikan pada 11 Desember 1928 olehMR. Sunario, A. Wilson Mononutu dan M.H. Thamrin.
3.      Pendidikan perguruan islam.
a.       Pendidikan Muhammadiyah sebagai perguruan islam pertama yang di dirikan oleh K.H. Achmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912.
b.      Pesantren persatuan islam (persis) di dirikan oleh Ahmad hasan dan M. Nasir di bandung pada tahun 1923.
c.       Nahdatul Ulama’ (NU) di kelola oleh NU ini sudah berdiri pada tahun 1899 dalam bentuk pesantren tebu ireng jombang.
Damapak politik etis ini memiliki peran penting dalam melahirkan nasionalisme Indonesia. Hal ini di dukung oleh kebijakan awal abad ke XX  sebagai awal abad perubahan politis.
Keadaan yang serba tebelakang dari masyarakat menimbulkan kesadaran bagi golongan intelektual, maka dari itu timbulah kekuatan social baru. Lahrnya pergerakan nasional  memberikan arah positif  kepada politik colonial terutama sebagai kekuatan yang sadar akan nilai dan kekuatan sendiri, serta cita-cita untuk hidup bebas sebagai wujud kesadaran nasional akan bangsa Indonesia.
Kesadaran nasional sebagai manifestasi nasionalisme mengandung cita-cita atau keinginan sebagai pendorong perjuangan suatu bangsa. Hertz berpendapat bahwa kesadaran nasional memiliki empat unsure yaitu, persatuan, kebebasa, keaslian dan harga diri.
2.1.6 PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA 17 AGUSTUS 1945
 Proklamasi di Indonesia secara tidak langsung memunculkan perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda .Golongan tua menginginkan kemerdekaan tanpa adanya peetumpahan darah sehingga tetap bekerja sama dengan pemerintah colonial jepang.Suatu hari Ir soekaro dan moh hatta diculik dan diasingkan ke rengas dengklok mereka dihasut untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan.Sampai akhirnya proklamasi diadakan tanggal 17 agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur yang naskahnya diketik oleh Sayuti Melik
Fakta sejarah membuktikan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah dari pemerintahan jepang,tetapi merupakan perjuangan panjang bangsa Indonesia sendiri.Kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah titik puncak keberhasilan bangsa Indonesia membangun diri sebagai suatu kesatuan bangsa dan negara yang disebut Indonesia.
2.1.7 PENGESAHAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Tanggal 18 agustus 1945 menjadi awal Negara Indonesia sebagai tatanan Negara yng berdaulat dan perlu melengkapi syarat syarat sebagai Negara baru.Sidang awal PPKI tanggal 18 Agustus 1945 menjadi langkah awal untuk membahas naskah perundagan UUD 1945 dan berhasil mengesahkan UUD beserta pembukaan UUD45 dengan jalan mengubah piagam Jakarta yaitu:
1.Piagam jakarta yang diterima sebagai rancangan mukaddimah hukum dasar pada tanggal 14 juli 1945 oleh BPUPKI mengalami beberapa perubahan dan disahkan sebagai pembukaan UUD Negara Republik Indonesia
2.Rancangan hukum dasar yang telah diterima oleh BPUPKI pada tanggal 16 juli 1945 telah mengalami berbagai perubahan telah disahkan menjadi UUD Negara Republik Indonesia.
2.1.8 MASA PEMBENTUKAN NEGARA INDONESIA
Proklamasi kemerdekaaan Indonesia yang terjadi tanggal 17 agustus 1945 menjadi awal perjuangan bangsa Indonesia.Dalam membangun cita cita luhur sebagai suatu Negara.Sidang PPKI tanggal 18 Agusus 1945 menjadi kunci lahirnya Negara baru berbentuk republic Indonesia yang mulai menata kelengkapan,sistem,ketatanegaraannya.Hasil siding pleno ppki anggal 18 agustus 1945 yang mengesahkan (1) panacasila sebagai dasar Negara (2) undang undang dasar 1945 sebagai tatanan hukum dasar negara indonesia (3) pemilihan presiden dan wakil presiden baru.
Panitia kecil diketuai oleh Oto Iskandar Dinata untuk menata wilayah administrasi Indonesia dengan hasil ada 8 propinsi yaitu:jawa barat,jawa tengah,jawa timur,Borrneo(kalimantan),sulawesi,maluku,sunda kecil(nusa tenggara),sumatera,yogyakarta dan surakarta
2.1.9 MEMPERTAHANKAN DAN MENGISI KEMERDEKAAN
Berbagai tantangan mulai muncul baik yang bersifat internal maupun eksternal.Dukungan pertama datang dari kraton yogyakarta hadiningrat yaitu Sultan Hamengkubuwono IX dengan mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Soekarno,Mohh Hatta dan dr.Radjiman Wedyodiningrat.Dukungan selanjutnya datang dari berbagai daerah antara lain (1) semarang,tanggal 19 agustus 1945 (2) Surabaya tanggal 3 september 1945 (3)Bogor awal oktober 1945 (4) Bulan oktober hampir sebagian besar wilayah luar jawa mulai mendukung kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia.
Pengamalan pancasila yang biasa kita kenal dengan P4 mungkin merupakan salah satu contoh upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila.Keyakinan akan kebenaran nilai-nilai luhur pancasila sangat tinggi dalam kehidupan sejarah bangsa mendorong nilai keagamaan,norma sosial dan norma budaya pada masa ini mulai direkonstruksi kembali.Ketidak adilan,pelanggaran hukum,pelanggaran hak asasi manusia mulai dipahami sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BAB III
KESIMPULAN
a.       Pancasila sebagai dasar Negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia  adalah perwujudan dari jiwa bangsa , sikap mental, budaya dan karakteristik bangsa yang mengakomodir budaya dan nilai-nilai yang di anut masyarakat.
b.       Proses internalisasi ini tidak lepas dari perjalanan sejarah dalam menyatuka nilai budaya agama pada ideologi bangsa Indonesia.  Nilai ketuhanan adalah wujud dari kepercayaan masyarakat akan kekuatan supranatural dari tuhan (Dewa) yang  ada di luar diri manusia.
c.       Pengesahan pancasila sebagai dasar atau ideology bangsa ndonesia di sahkan pada tanggal 18 Agustus 1945